Trending Post...

Thursday, February 17, 2011

Metode Step back vs Crown Down pada Perawatan Saluran Akar

Di dunia kedokteran gigi semakin berkembang tren untuk mempertahankan gigi selama mungkin. Salah satu usahanya adalah dengan tidak mudah untuk menjatuhkan “vonis” tindakan pencabutan. Pada masa lalu pilihan perawatan mempertahankan gigi dengan perawatan saluran akar belum populer dan pasien cenderung untuk dilakukan pencabutan. Namun dengan arus informasi yang semakin pesat termasuk blog yang sedang anda baca ini maka peawatan saluran akar menjadi sebuah tren yang semakin digemari. Read More...
Tren yang berkembang tersebut membawa konsekuensi meningkatnya permintaan perawatan. Tentu saja dokter gigi sebagai penyedia jasa layanan kesehatan menurut pendapat saya sudah seharusnya mendukung. Tentu saja tidak semua dokter gigi mau melakukan perawatan ini dan memang tidak dapat dipaksakan namun alangkah bijaksananya apabila dokter melakukan rujukan kepada sejawat yang kompeten alih-alih dilakukan pendekatan untuk dilakukan perawatan lain seperti pencabutan. Kalau memang diagnosis sudah ditegakkan untuk suatu perawatan tertentu, alangkah baiknya tawaran pertama adalah yang bersesuaian.
Metode step back adalah metode PSA yang pertama kali diperkenalkan di bangku kuliah. Metode dengan panjang kerja yang berkurang seiring dengan peningkatan ukuran file ini terkenal dengan ke”ribet”annya. Perawatan PSA yang kompleks mulai dari awal penemuan orifice yang berlanjut sampai preparasi saluran akar ini memang memakan waktu yang cukup lama. Metode step back selain memakan waktu yang relatif lama, ukuran saluran akar hasil preparasi biomekanik masih sangat kecil pada aspek korona. Sehingga pada proses obturasipun sangat rentan terjadi gap baik vertikal maupun horizontal terkait dengan penggunaan multipel guttae perca.
Kelemahan itu terjawab dengan metode crown down, dengan berbagai merk yang muncul semua memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Namun pada intinya metode crown down menjawab masalah seperti waktu perawatan yang lebih singkat, banyaknya jaringan nekrotik yang dapat diambil sampai pada masalah orifice yang kecil dan obturasi yang rentan menimbulkan gap. Untuk urutan penggunaan file dengan metode crown down silakan dicari di berbagai sumber, yang paling penting adalah teknologi ini menurut saya wajib untuk diketahui dan dikuasai. Dengan kemudahan yang ditawarkan, bukan tidak mungkin sejawat yang tidak menyukai endodontik akan berubah haluan, selamat mencoba. Salam

No comments: