Trending Post...

Friday, January 16, 2009

wah gawat....citoject oh citoject...


apa yang saya tulis kali ini berkaitan dengan kejadian yang saya alami sendiri. teman2 pasti sudah tidak asing dengan apa yang dinamakan dengan suntikan intraligamental yang salah satu produk syringe-nya adalah citoject buatan Haeraus-Kulzer. bukan merk yang akan saya angkat di sini tapi indikasi jenis suntikan ini yang kadang-kadang diselewengkan.

dalam protap deponir suatu cairan anestesi, diperlukan adanya suatu aspirasi, tujuan dilakukannya aspirasi adalah untuk mengetahui apakah terjadi trauma pada pembuluh darah yang dapat mengakibatkan masuknya cairan anestesi ke dalam sirkulasi darah, tau sendiri kan efeknya???

dalam prosedur ekstraksi biasanya injeksi intraligamental digunakan untuk meningkatkan efek anestesi/penunjang pada anestesi blok. atau digunakan pada kasus dimana terdapat inflamasi sehingga tidak memungkinkan digunakan metode infiltrasi. trus kok gawat kenapa ????

ketika menghadapi pasien di klinik terkadang operator sering menggampangkan suatu prosedur anestesi dan cenderung tidak memahami jenis anestesi yang akan digunakan. bahkan metode anestesi masing-masing jenis syringe pun sering tidak dipahami sehingga sering terjadi penggunaan syringe jet (intraligamental syringe) untuk melakukan prosedur blok maupun infiltrasi. bagaimana mungkin hal ini "tega dilakukan", padahal aspirasi dalam teknik anestesi sangat mutlak dilakukan, bahkan pada regio palatal pun menurut Malamed perlu untuk dilakukan aspirasi pada regio tertentu yang dicurigai terdapat pembuluh darah.

semoga tulisan kecil ini dapat menjadi pertimbangan dan masukan, salam !

Tuesday, December 2, 2008

Mengapa takut pake Bein? tips n' trick


hai semua...,lama tak jumpa, hmmm...maaf dua hari ini lagi sibuk pembekalan kepuskesmasan.
posting kali ini masih tentang BM yah??? (ketahuan maniaknya...!)
Ok, topik kali ini adalah bein, seperti kita ketahui, selain forceps kita juga menggunakan bein. Bein ada beberapa macam, sebagian besar terbagi menjadi 2 jenis, pertama stright elevator (termasuk copeland's chisel dan stright warwick James) dan kedua Cryer's elevators. yang sering saya gunakan di klinik bedah mulut RSGM. Prof Soedomo adalah jenis copeland's chisel dan terkadang cryer's elevator jika kasus yang dihadapi mengharuskan untuk melakukan pengambilan akar yang tidak teratasi dengan forceps radix ataupun stright bein.

ketika berhadapan dengan kasus ekstraksi gigi, maka setelah prosedur anestesi lokal sudah dilakukan, biasanya selanjutnya adalah separasi gingiva cekat dengan tujuan mendapatkan pegangan forcep yang maksimal.....setelah itu....eng..ing..eng....dipakailah bein trus.....mulailah mulailah pemakaian forcep. prosedur ini tidak berefek sama pada setiap operator, ada yang tidak lama kemudian dapat menyelesaikan prosedur ekstraksi gigi dengan baik namun ada yang berjam-jam. lalu apa yang membedakannya?

perlu sahabat ketahui, ada beberapa hal yang menurut saya adalah sebuah "kesalahan" dalam pemakaian bein. Berikut ini sedikit tips yang biasanya "ampuh" ketika saya gunakan.

1. gunakan bein sebagai "hidangan pembuka", maksudnya, sesuai dengan nama panjang yang disandangnya yaitu Elevator Bein maka sebaiknya gunakan bein untuk "merusak" perlekatan serabut ligamen periodontal terlebih dahulu dengan gaya ke arah oklusodistal atau oklusomesial sebelum aplikasi forcep.
2. tapiii.....jangan lupa, kalo mau waktu cabut anda tidak lebih dari 30 menit, maka arah dan ungkitan harus benar (clockwise/counterclockwise) dan jangan lupa yang satu ini (agak fatal nie...) yaitu fulkrum. jangan sekali-kali gunakan gigi tetangga sebagai mayor fulkrum. saya sarankan anda insersikan bein anda agak dalam ke dalam ruang antara sementum dan tulang alveolar sehingga anda akan secara aman dan efektif melakukan prosedur dengan menggunakan bein tanpa avulsi gigi tetangga.
3. Pastikan tip bein anda teraplikasikan dengan baik pada permukaan distal/mesial gigi tapi agak masuk ke sulcus ya....
4. kalo dah mulai goyang baru aplikasikan forcep.
5. hindari penggunaan bein yang ujungnya sudah rusak atau cenderung berbentuk seperti bambu runcing.
6. yang terakhir kalo untuk pencabutan orto pada pencarian ruang sebisa mungkin jangan gunakan bein kecuali kalo udah kepepet

sekian dulu tips dari saya...., namanya juga baru belajar kalo ada saran atau pengalaman lain dipersilakan..........

Friday, November 21, 2008

prosedur anestesi untuk Exo premolar satu mandibula


posting kali ini masih seputar bedah ya....(lagi mo nostalgia plus berbagi pengalaman hehe....). ok kali ini masih seputar anestesi di rahang kita yang bergerak alias rahang bawah. posting sebelumnya kita udah membahas tentang blok nervus alveolaris inferior untuk gigi-gigi posterior rahang bawah, kali ini masih gigi posterior tapi agak depan alias premolar satu yang biasanya sering dicabut untuk keperluan perawatan orto. secara anatomis, gigi ini juga diinervasi oleh n. alv. inferior tapi perlu diingat juga bahwa nervus ini ketika berjalan melalui kanalis mandibularis akan keluar dari foramen mentale menjadi nervus mentale yang berada di antara apeks gigi Premolar satu dan dua.
melihat dari struktur anatomisnya maka untuk mencabut gigi tersebut tentunya tidak perlu dilakukan anestesi blok mandibula, akan lebih bijak kalo dilakukan blok nervus mentalis, kalau injeksinya tepat sasaran maka injeksi blok tersebut sudah adekuat untuk dapat dilakukan pencabutan. Bahkan dalam beberapa kasus injeksi anestesi infiltrasi bukal lingual juga sudah cukup untuk dilakukan ekstraksi.
Well, dari keterangan dari posting ini tentunya kita akan lebih bijak untuk melakukan suatu tindakan apalagi ada hubungan sama cuntik-cuntikan....,jangan cuma katanya si Anu ato menurut si Una dan masih banyak katanya katanya yang lain tapi dilihat dari segi anatomisnya juga....semoga bermanfaat...

Thursday, November 20, 2008

Injeksi penunjang anestesi blok nervus alveolaris inferior




salam sejahtera sahabat semua, buat yang lagi koas terutama di bagian bedah mulut tentu sudah tidak asing dengan anestesi blok mandibula. Yah, sekedar sharing pengalaman aja, waktu aku stase di Bagian bedah mulut, seringkali injeksi penunjang yang dilakukan setelah dilakukan injeksi blok adalah anestesi infiltrasi pada daerah mukosa bukal. Padahal seperti kita ketahui, tulang daerah bukal posterior lebih kompak. Menurut saya akan lebih baik kalo kita melakukan injeksi blok nervus bukal/long buccalis nerve yang berjalan di anterolateral ramus mandibula, sehingga diharapkan suplai rami yang berjalan di sebelah bukal gigi posterior (M1, M2, M3) juga teranestesi. sebenarnya tidak salah jika kita melakukan anestesi infiltrasi bukal tapi kalo melihat sebaran raminya mungkin lebih baik kalo kita melakukan blok pada nervus long buccalis.

Friday, November 14, 2008

The Miracle Of Mind...


Pernahkah anda menyaksikan betapa ajaibnya kekuatan pikiran yang kita miliki, mungkin anda sering menyaksikan di layar televisi sebuah acara yang memungkinkan seseorang mengendalikan benda-benda di sekitarnya sesuai dengan yang diinginkannya. Ya, itu semua adalah bukti bahwa sebenarnya diri kita yang “seharusnya” mengendalikan pikiran dan bukan sebaliknya. Sadarkah kita bahwa seringkali dalam kehidupan sehari-hari kita terbelenggu oleh pikiran kita sendiri? Pikiran yang tanpa disadari telah mempengaruhi ritme tubuh kita secara keseluruhan, mempengaruhi aktivitas pekerjaan kita atau bahkan menjerumuskan kita ke dalam suatu lingkaran keputusasaan yang sulit sekali dicari jalan keluarnya.

Lalu mengapa kita sulit untuk hanya sekedar “keluar” dari belenggu pikiran? Jawabannya sangat mudah sekaligus sulit, sulit karena tanpa kita sadari seringkali kita seolah “setuju” dengan pikiran kita sendiri dan sebenarnya juga mudah asalkan kita mau menjadi “bos” atas pikiran kita. Mari kita ambil contoh, adalah seorang pemuda bernama Martin Brofman yang dikisahkan oleh John Kehoe dalam bukunya Mind Power, pemuda bernama Martin ini divonis dokter hidupnya tinggal tersisa 2 bulan sampai 1 tahun paling lama akibat menderita kanker sumsum tulang belakang stadium lanjut. Diceritakan bahwa dia sangat putus asa dan hampir menyerah sampai suatu saat dia ber”keputusan” bahwa dia harus menolong dirinya sendiri. Setiap hari selama 15 menit dia bermeditasi dan membayangkan penyakitnya sedikit demi sedikit diambil keluar dari dalam tubuhnya, begitu seterusnya sampai suatu saat yang sangat menggembirakan ketika dokter menyatakan bahwa dirinya sudah sembuh total.

Apakah itu sebuah mujizat? Menurut saya mujizat adalah sesuatu hal luar biasa yang terjadi tanpa diketahui bagaimana hal itu bisa terjadi. Maka menurut hemat saya hal-hal di atas tadi adalah sebuah karunia kemampuan yang sebenarnya ada dalam diri kita masing-masing. Kemampuan yang jarang dikembangkan sehingga seringkali malah “rusak” sebelum digunakan, dalam arti bahwa kita sering meracuni pikiran kita sendiri dengan anggapan-anggapan negatif, sehingga logikanya bagaimana kita mampu menyembuhkan tubuh kita kalo pikiran kita juga ikut sakit. Tidak bisa dipungkiri bahwa diri kita terdiri dari tubuh secara fisik dan juga jiwa, keduanya bersinergi sehingga hasilnya adalah diri kita yang sehat dan bahagia, jika salah satunya sakit maka akan mempengaruhi yang lain.

Nah, silakan memeriksa diri anda sendiri apakah kedua unsur yang anda miliki sehat semuanya?jika anda merasa sehat secara fisik tapi kurang bahagia maka cobalah untuk “mengunjungi” Jiwa anda siapa tahu dia butuh anda, suatu saat ketika sudah tidak ada orang lain yang mampu menolong anda, maka jiwa andalah yang akan segera menghampiri anda dan menyelamatkan anda.